This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Domo-kun Waving His Hands
Domo-kun Waving His Hands

Minggu, 04 Juni 2017

Pemberian Gliserin Melalui Rektal



Prosedur Tindakan Pemberian Gliserin Melalui Rektal 



            Tindakan ini dilakukan dengan memasukan cairan gliserin ke dalam poros usus dengan menggunakan spuit gliserin. Tindakan ini dapat dilakukan untuk merangsang peristaltik usus sehingga pasien dapat defekasi (khususnya pada pasien yang mengalami sembelit) dan juga dapat digunakan untuk persiapan operasi.

Tujuan :
a.       Merangsang buang air besar dengan merangsang peristaltik usus
b.      Mengosongkan usus yang digunakan sebelum tindakan pembedahan

Alat :
a.       Spuit gliserin
b.      Gliserin dalam tempatnya
c.       Bengkok
d.      Pengalas
e.       Sampiran
f.       Sarung tangan
g.      Tisu



Spuit gliserin stenlish (http://reidko.com)











Spuit gliserin disposable (www.bukalapak.com)















Tindakan :
a.       Jelaskan prosedur pada pasien
b.      Cuci tangan
c.       Atur ruangan, tutup pintu bila pasien dalam ruang rawat pribadi dan pasang sampiran bila pasien dirawat dalam bangsal umum
d.      Atur posisi pasien (miring ke kiri)
e.       Pasang pengalas di area gluteal
f.       Siapkan bengkok di dekat pasien
g.      Spuit diisi gliserin 10-20 cc
h.      Pakai sarung tangan
i.        Masukkan gliserin perlahan ke dalam anus dengan cara tangan kiri meregangkan daerah anus, tangan kanan memasukan spuit ke dalam anus sampai pangkal kanula dengan ujung spuit diarahkan ke depan dan anjurkan pasien berhapas dalam
j.        Setelah selesai, cabut dan masukkan spuit ke dalam bengkok. Anjurkan pasien untuk menahan sebentar rasa ingin defekasi dan pasang pispot bila pasien tidak mampu ke toilet. Kemudian bersihkan daerah perineum dengan air hingga bersih lalu keringkan dengan tisu
k.      Lepas sarung tangan
l.        Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
m.    Catat jumlah feses, warna, konsistensi, dan respons pasien

Referensi :

Hidayat, A. A., & Ullyah, M. (2005). Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia . Jakarta: EGC.

Sabtu, 03 Juni 2017

Injeksi Subkutan


Pemberian Obat Melalui Subkutan



            Pemberian obat yang dilakukan dengan suntikan di bawah kulit dapat dilakukan pada daerah lengan atas sebelah luar atau 1/3 bagian dari bahu, paha sebelah luar, daerah dada dan daerah sekitar umbilikus
(abdomen). Pemberian obat melalui subkutan ini umumnya dilakukan dalam program pemberian insulin yang digunakan untuk mengontrol kadar gula darah.
Tempat Injeksi SC (http://sehatwalafiatselalu.blogspot.co.id)
Alat :
a.       Catatan pemberian obat
b.      Obat dalam tempatnya
c.       Spuit insulin
d.      Alkohol swap / kapas alkohol dalam tempatnya
e.       Cairan pelarut
f.       Baki injeksi
g.      Bengkok
h.      Sarung tangan sekali pakai
Prosedur Tindakan :
a.       Jelaskan prosedur tindakan yang akan dilakukan
b.      Cuci tangan
c.       Menggunakan sarung tangan
d.      Bebaskan daerah yang akan dilakukan suntikan. Bebaskan daerah bila pasien menggunakan pakaian berlengan
e.       Ambil obat dalam tempatnya sesuai dengan dosis yang akan diberikan. Kemudian, tempatkan pada baki injeksi
f.       Desinfeksi dengan alkohol swap / kapas alkohol
g.      Tegangkan dengan tangan kiri daerah yang akan dilakukan suntikan subkutan
h.      Lakukan penusukan dengan lubang jarum ( bevel ) menghadap ke atas membentuk sudut 45% terhadap permukaan kulit
i.        Lakukan aspirasi. Bila tidak ada darah, semprotkan obat perlahan hingga habis
j.        Tarik spuit dan tahan dengan kapas alkohol. Spuit bekas suntikan dimasukan ke dalam bengkok
k.      Lepas sarung tangan dan letakkan di dalam bengkok
l.        Cuci tangan setelah prosedur dilakukan catat prosedur pemberian obat dan respon klien


Referensi :

Hidayat, A. A., & Ullyah, M. (2005). Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia . Jakarta: EGC.